Metronusa News, Labuhanbatu | Aroma busuk dugaan peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Ajamu, Kabupaten Labuhanbatu, kembali mencuat ke permukaan. Seorang pria berinisial BC alias Bitcar disebut-sebut masih eksis dan diduga menjadi pengendali utama jaringan peredaran sabu yang kian meresahkan masyarakat.
Informasi ini disampaikan oleh sejumlah narasumber terpercaya yang enggan disebutkan identitasnya. Mereka mengungkapkan bahwa peredaran sabu yang diduga dikendalikan BC alias Bitcar tidak hanya mempertahankan titik-titik lama, namun juga membuka titik-titik baru hingga ke pelosok desa.
Narasumber juga menyebutkan adanya dugaan kedekatan BC alias Bitcar dengan aparat penegak hukum. Kedekatan tersebut diduga berkaitan dengan posisi yang pernah diembannya sebagai ketua salah satu organisasi kepemudaan, yang disinyalir dimanfaatkan untuk melancarkan bisnis haram narkotika.
Maraknya peredaran sabu di Ajamu menimbulkan keresahan mendalam di tengah masyarakat. Warga mengaku sering mengalami kehilangan barang serta hidup dalam ketakutan, khususnya terhadap masa depan anak-anak mereka yang dikhawatirkan dapat terjerumus menjadi korban penyalahgunaan narkoba.
“Sabu adalah musuh negara yang dapat menghancurkan generasi muda. Kami sangat khawatir,” ujar salah seorang warga Ajamu.
Desakan kepada Polres Labuhanbatu pun semakin menguat. Masyarakat meminta aparat kepolisian bertindak tegas dan tidak memberikan ruang sedikit pun bagi para pengedar narkoba yang dapat merusak stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah Ajamu.
Warga juga mendesak agar dilakukan pengintaian dan penyelidikan khusus terkait dugaan jaringan peredaran sabu yang dikendalikan oleh BC alias Bitcar.
Mereka berharap aparat penegak hukum segera mengambil langkah konkret.
Selain itu, masyarakat Ajamu turut meminta perhatian dari unsur intelijen, khususnya Intel Korem 022/Pantai Timur dan Intel Kodim 0209/Labuhanbatu, untuk melakukan penyelidikan ulang.
Apabila informasi yang beredar terbukti benar, warga berharap aparat segera mengamankan dan menindak tegas pihak-pihak yang terlibat sesuai hukum yang berlaku.
Hingga berita ini diturunkan, warga Desa Ajamu masih terus memantau perkembangan situasi dan berharap adanya tindakan nyata dalam waktu dekat, demi membersihkan wilayah mereka dari jeratan narkoba dan menyelamatkan generasi muda.
