Banjir Bandang Terjang Pemalang, Satu Warga Tewas, Puluhan Dievakuasi

  • Bagikan

Metronusa News, Pemalang | Bencana banjir bandang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Sabtu (24/1/2026). Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan lereng Gunung Slamet sejak Jumat malam memicu meluapnya sungai dan menghantam permukiman warga.

Peristiwa ini menelan satu korban jiwa. Seorang warga dilaporkan meninggal dunia setelah terseret arus banjir bandang yang datang secara tiba-tiba dengan membawa material lumpur, bebatuan, dan kayu.

Banjir bandang melanda beberapa desa di Kecamatan Pulosari dan Moga, menyebabkan puluhan rumah warga rusak serta mengganggu akses jalan di sejumlah titik. Warga terpaksa mengungsi untuk menyelamatkan diri dari derasnya arus.

BPBD: Debit Air Naik Sangat Cepat
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pemalang menyebut banjir bandang dipicu oleh curah hujan ekstrem di wilayah hulu sungai.

“Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan debit air sungai meningkat sangat cepat. Arus membawa material dari hulu sehingga menerjang permukiman warga di wilayah bawah,” ujar BPBD Pemalang dalam keterangan resminya, Sabtu (24/1/2026).

BPBD menegaskan kondisi tersebut membuat warga nyaris tidak memiliki waktu untuk menyelamatkan barang-barang mereka sebelum banjir bandang datang.

92 Warga Dievakuasi
Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan dikerahkan untuk melakukan evakuasi dan penanganan darurat. Hingga Sabtu siang, sedikitnya 92 warga telah dievakuasi ke lokasi pengungsian sementara.

“Fokus utama kami saat ini adalah evakuasi warga, pendataan korban terdampak, serta mengantisipasi potensi banjir susulan,” tambah BPBD.
Imbauan Waspada
BPBD dan pemerintah daerah mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai dan lereng pegunungan agar tetap meningkatkan kewaspadaan. Intensitas hujan yang masih tinggi berpotensi memicu banjir bandang dan longsor susulan.

Penanganan darurat masih terus berlangsung, termasuk pembersihan material banjir dan penyaluran bantuan logistik bagi warga terdampak.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *