
MetronusaNews.id | Internasional – Amerika Serikat dilaporkan melancarkan serangan udara terhadap sejumlah fasilitas rudal balistik bawah tanah milik Iran dengan menggunakan pesawat pembom siluman B-2 Spirit.
Serangan ini menargetkan lokasi penyimpanan serta peluncur rudal yang tersembunyi di dalam bunker dan gua bawah tanah.
Pentagon mengonfirmasi bahwa pesawat pembom strategis jarak jauh tersebut dikerahkan karena memiliki kemampuan siluman yang mampu menembus sistem radar dan pertahanan udara musuh. Selain itu, pesawat ini dapat membawa bom penghancur bunker berdaya ledak tinggi yang dirancang untuk menghantam target yang berada jauh di dalam tanah.
Seorang pejabat pertahanan Amerika Serikat menyebutkan bahwa pesawat B-2 Spirit terbang langsung dari pangkalan militer di Amerika Serikat menuju kawasan Timur Tengah untuk menjalankan misi tersebut. Dalam operasi tersebut, sejumlah bom berbobot sekitar 2.000 pon dijatuhkan ke fasilitas rudal yang berada di dalam kompleks bawah tanah Iran.
Target serangan dilaporkan mencakup fasilitas penyimpanan rudal balistik, pusat komando militer, serta akses masuk ke bunker yang selama ini digunakan Iran untuk melindungi sistem persenjataannya dari serangan udara.
Iran diketahui memiliki jaringan fasilitas militer bawah tanah yang kerap disebut sebagai “kota rudal”, yakni terowongan panjang di dalam pegunungan yang digunakan untuk menyimpan serta meluncurkan rudal balistik jarak jauh.
Serangan terhadap fasilitas tersebut dinilai sebagai upaya Amerika Serikat untuk melemahkan kemampuan militer Iran, khususnya dalam pengoperasian sistem rudal strategis.
Situasi keamanan di kawasan Timur Tengah pun dilaporkan semakin memanas. Ketegangan meningkat setelah sejumlah serangan dan aksi balasan terjadi dalam beberapa hari terakhir yang melibatkan berbagai pihak di kawasan tersebut.
Pengamat militer menilai penggunaan pesawat pembom siluman B-2 Spirit menunjukkan bahwa operasi ini merupakan serangan presisi dengan target strategis yang berada di lokasi sangat terlindungi.
Hingga kini, situasi di kawasan Timur Tengah masih terus berkembang dan menjadi perhatian dunia internasional karena berpotensi memicu eskalasi konflik yang lebih luas.
