
Metronusa News, Bogor – Sebuah insiden keributan yang berujung aksi pembacokan terjadi di sebuah kedai ayam geprek di wilayah Babakan Madang, Kabupaten Bogor, pada Rabu (23/3/2026). Peristiwa ini sempat menggegerkan warga sekitar karena melibatkan senjata tajam dan menyebabkan satu orang mengalami luka.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, kejadian bermula saat seorang konsumen bersama Istri dan dua anaknya datang ke kedai tersebut untuk makan dan memesan makanan yang akan dibawa pulang. Awalnya, pesanan berjalan normal hingga korban berniat menambah jumlah pesanan ayam geprek.
Namun, komunikasi antara korban dan pemilik warung yang diketahui bernama Uken diduga tidak berjalan baik. Korban mengaku hanya ingin menambah pesanan, tetapi penjual tidak menanyakan jumlah tambahan yang diinginkan. Saat korban mempertanyakan hal tersebut, pelaku justru tersulut emosi.
Situasi kemudian memanas. Pelaku diduga mengeluarkan senjata tajam jenis celurit dan sempat mengejar korban hingga ke luar kedai. Merasa terancam, korban memilih menyelamatkan diri bersama anak-anaknya yang panik dan langsung pulang.
Meski sempat meninggalkan lokasi, korban kemudian kembali dengan maksud mengambil pesanan yang belum sempat dibawa. Dalam kondisi emosi, korban juga sempat membawa senjata tajam sebagai bentuk antisipasi, namun mengaku tidak berniat melukai.
Keributan kembali pecah saat korban kembali ke lokasi. Pelaku disebut langsung menyerang secara agresif. Korban berusaha melindungi diri dengan melempar meja sebelum akhirnya terkena sabetan senjata tajam.
Kapolsek Babakan Madang, AKP Trias, saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa terduga pelaku telah diamankan oleh pihak kepolisian.
“Terduga pelaku sudah kami amankan. Saat ini kami fokus pada penanganan korban terlebih dahulu untuk mendapatkan perawatan medis,” ujarnya.

Diketahui, korban yang mengalami luka bernama Ronald dan saat ini tengah menjalani perawatan. Sementara itu, identitas lengkap pelaku masih dalam proses pendalaman oleh pihak kepolisian.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat berwenang. Hingga saat ini, situasi di lokasi kejadian telah kembali kondusif, sementara penyelidikan lebih lanjut masih terus dilakukan.
(Red/Tim)
