
MetronusaNews.id | Labuhan Batu -Siborangan, Desa Tanjung Siram, Kecamatan Bilah Hulu, kini berada dalam kondisi darurat narkoba. Peredaran sabu disebut berlangsung terang-terangan, masif, dan tanpa rasa takut. Situasi ini bukan hanya meresahkan, tetapi telah berubah menjadi tamparan keras terhadap kinerja aparat penegak hukum di wilayah tersebut.
Sorotan publik kini mengarah tajam ke Polsek Bilah Hulu. Warga menilai aparat gagal menjalankan fungsi pengawasan dan penindakan, bahkan dinilai nyaris lumpuh menghadapi maraknya peredaran narkotika yang kian menggurita.
“Ini bukan lagi kecolongan, ini pembiaran!” ujar seorang warga dengan nada geram.
Menurut warga, praktik peredaran sabu di Siborangan bukan fenomena baru. Aktivitas ini telah berlangsung lama dan terus berkembang tanpa hambatan berarti. Ironisnya, hingga kini belum terlihat langkah tegas yang mampu menghentikan laju peredaran tersebut.
Nama “Boby” mencuat sebagai sosok yang diduga kuat menjadi pengendali utama jaringan narkoba di wilayah itu.
Warga menyebut, aktivitas yang diduga dijalankan bertahun-tahun tersebut berlangsung mulus tanpa tersentuh hukum.
Fakta ini memicu pertanyaan serius di tengah masyarakat:
apakah aparat tidak mampu, atau tidak berani bertindak?
Lebih jauh, muncul persepsi yang kian menguat—bahwa ada kemungkinan pembiaran sistematis terhadap praktik haram ini. Sebab, mustahil jaringan narkoba bisa tumbuh besar dan bertahan lama tanpa celah dalam pengawasan.
Dampaknya kini nyata. Generasi muda Siborangan menjadi korban utama. Banyak yang terjerumus dalam jerat narkoba, masa depan mereka hancur, dan tatanan sosial masyarakat perlahan runtuh.
Ini bukan lagi sekadar kasus kriminal.
Ini adalah krisis serius yang mencerminkan kegagalan sistem keamanan lokal.
Tekanan publik kini mengarah ke Satuan Reserse Narkoba Polres Labuhanbatu. Masyarakat mendesak agar tidak ada lagi langkah setengah hati.
Kapolres Labuhanbatu, AKBP Wahyu Endrajaya, S.I.K., M.Si., diminta turun langsung dan membuktikan bahwa hukum masih berdiri tegak.
Tuntutan warga tegas:
-Tangkap “Boby” dan seluruh jaringan
-Bongkar dugaan pembiaran tanpa pandang bulu
‘Bersihkan Siborangan dari narkoba sampai ke akar
Tidak ada lagi ruang untuk alasan. Tidak ada lagi waktu untuk lamban.
Jika aparat terus gagal bertindak, maka publik akan sampai pada kesimpulan paling pahit:
hukum telah kalah, dan negara absen di tengah ancaman narkoba.
Kini, masyarakat hanya menunggu satu hal:
bukti nyata—bukan janji.
