
Metronusa News, Cilacap, Jawa Tengah | Saat sebagian besar masyarakat larut dalam hangatnya kebersamaan Hari Raya Idulfitri, ada ruang kecil yang tetap hidup selama 24 jam. Di ruangan itu, dering telepon tak pernah benar-benar berhenti dan di situlah para operator layanan 110 Polresta Cilacap menjalankan tugasnya.
Di balik headset yang terpasang, Bripda Bagus Ungguh Setiawan bersama rekan-rekannya tetap siaga. Bagi mereka, Lebaran bukan alasan untuk berhenti, justru menjadi momen di mana kehadiran polisi paling dibutuhkan.
Setiap panggilan yang masuk membawa cerita. Ada yang melaporkan gangguan keamanan, ada yang meminta bantuan darurat, bahkan ada yang sekadar memastikan bahwa bantuan akan datang. Semua diterima dengan respons cepat, diteruskan ke petugas lapangan, dan ditangani seketika.
“Kami tetap siaga menerima setiap panggilan dari masyarakat, terutama di momen Lebaran seperti ini. Layanan 110 hadir untuk memastikan masyarakat merasa aman dan terbantu kapan pun dibutuhkan,” tutur Bripda Bagus. Jumat (20/3)
Namun, di tengah keseriusan itu, tak jarang masuk panggilan yang tidak bertanggung jawab. Panggilan iseng atau prank masih menjadi tantangan yang harus dihadapi. Meski demikian, profesionalisme tetap dijaga.
“Walaupun masih ada panggilan prank, kami tetap melayani dengan sabar dan humanis. Kami berharap masyarakat bisa lebih bijak memanfaatkan layanan ini, agar benar-benar digunakan untuk hal yang penting,” tambahnya.
Cerita di balik layanan 110 ini menjadi potret dedikasi, bahwa di saat banyak orang merayakan, ada petugas yang tetap berjaga untuk memastikan semuanya berjalan aman.
Dalam keterangannya Kasatgas Humas Ops Ketupat Candi 2026 menegaskan bahwa peran masyarakat sangat penting dalam menjaga efektivitas layanan darurat ini.
“Layanan 110 adalah jalur cepat untuk membantu masyarakat dalam kondisi darurat. Kami mengimbau agar digunakan secara bijak dan bertanggung jawab. Hindari panggilan yang tidak perlu, karena setiap detik sangat berarti bagi keselamatan orang lain yang benar-benar membutuhkan bantuan,” tegasnya.
Di tengah arus mudik dan balik Lebaran yang terus bergerak, suara “Halo, Polisi 110” akan selalu ada menjadi penanda bahwa negara hadir, menjaga, dan melayani tanpa henti.
