
Metronusa News, Wonogiri | Derasnya aliran Sungai Keduang pernah menjadi penghalang bagi aktivitas warga di sejumlah wilayah Kabupaten Wonogiri. Namun kini, di atas sungai itu berdiri kokoh dua Jembatan Gantung Garuda hasil kerja keras prajurit Kodim 0728/Wonogiri bersama masyarakat. Kehadiran jembatan tersebut menjadi simbol bangkitnya harapan dan pulihnya akses yang sempat terputus.
Jembatan pertama sepanjang 140 meter dibangun untuk menghubungkan Dusun Bolak dan Dusun Pengkol di Desa Sembukan, Kecamatan Sidoharjo. Akses sebelumnya terputus akibat banjir bandang pada 15 Desember 2024, memaksa warga, petani, hingga anak-anak sekolah menghadapi keterbatasan yang tidak mudah. Ada yang harus berenang menyeberangi sungai, ada pula yang memutar jauh demi melanjutkan aktivitas sehari-hari.
Di Desa Tambakmerang, Kecamatan Girimarto, kondisi serupa juga dirasakan warga yang hendak menuju Desa Selorejo. Sebelum jembatan dibangun, masyarakat harus turun langsung melewati aliran sungai agar tidak perlu menempuh jarak tambahan hingga empat kilometer. Jalur itu setiap hari dilalui para petani untuk mengolah lahan, serta anak-anak sekolah yang berjuang menyeberangi sungai demi mengejar pendidikan.
Kini kedua jembatan gantung masing-masing sepanjang 140 meter tersebut telah rampung dan dapat digunakan masyarakat. Seluruh tahapan pekerjaan mulai dari penggalian lubang anchor, pembuatan rangka gapura, pemotongan palang galagar melintang, pekerjaan besi hingga pemasangan seling telah diselesaikan 100 persen. Dengan tuntasnya seluruh proses konstruksi tersebut, akses yang dahulu penuh risiko kini berubah menjadi jalur yang aman dan layak, memangkas waktu tempuh sekaligus menghadirkan kenyamanan bagi warga dalam menjalankan aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial.
Lebih dari sekadar pembangunan fisik, dua Jembatan Gantung Garuda ini menjadi bukti bahwa kebersamaan mampu menjembatani setiap kesulitan. Di atas bentangan baja yang kokoh itu, terpatri semangat gotong royong antara TNI dan rakyat—menghubungkan bukan hanya dua wilayah, tetapi juga menguatkan harapan akan kehidupan yang lebih baik di masa mendatang. (Pendam IV/Diponegoro)
