
Metronusanews.id | Washington DC – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memaparkan arah besar transformasi nasional Indonesia dalam forum bisnis bersama para pemimpin perusahaan Amerika Serikat di U.S. Chamber of Commerce, Washington DC, Rabu (18/2/2026).
Dalam sesi roundtable discussion tersebut, Presiden menekankan komitmen pemerintahannya dalam mempercepat modernisasi ekonomi nasional melalui penguatan pendidikan digital, hilirisasi industri, serta optimalisasi pembiayaan pembangunan melalui skema Danantara.
Dorong Sekolah Digital Nasional
Salah satu fokus utama yang disampaikan Presiden adalah program Sekolah Digital Nasional. Pemerintah menargetkan pemerataan akses pendidikan berbasis teknologi hingga ke daerah terpencil, termasuk penyediaan infrastruktur internet, perangkat pembelajaran digital, serta peningkatan kapasitas tenaga pendidik.
Menurut Presiden, transformasi pendidikan menjadi fondasi penting untuk menyiapkan sumber daya manusia unggul dalam menghadapi era ekonomi digital dan persaingan global.
Lanjutkan Hilirisasi dan Industrialisasi
Di hadapan para pelaku usaha dan investor AS, Presiden juga menegaskan komitmen Indonesia melanjutkan kebijakan hilirisasi sumber daya alam.
Langkah ini dinilai berhasil meningkatkan nilai tambah, membuka lapangan kerja, serta memperkuat struktur industri nasional.
Pemerintah, lanjutnya, membuka peluang investasi yang lebih luas di sektor manufaktur, energi terbarukan, industri strategis, serta pengolahan mineral dan komoditas unggulan lainnya.
Perkenalkan Skema Danantara
Dalam forum tersebut, Presiden turut memperkenalkan Danantara sebagai instrumen penguatan pembiayaan dan investasi nasional. Skema ini diarahkan untuk mendukung proyek-proyek strategis, mempercepat pembangunan infrastruktur, serta meningkatkan kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta global.
Presiden menegaskan bahwa stabilitas politik dan ekonomi Indonesia tetap terjaga, didukung reformasi regulasi serta penyederhanaan perizinan guna menciptakan iklim investasi yang kompetitif.
Perkuat Kemitraan Indonesia–AS
Kunjungan kerja ini menjadi bagian dari diplomasi ekonomi Indonesia untuk menarik investasi langsung (FDI), memperluas akses pasar ekspor, serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.
Pertemuan di Washington DC tersebut juga diharapkan semakin mempererat hubungan ekonomi Indonesia dan Amerika Serikat di berbagai sektor strategis.
(BPMI SETPRES)
