Pemdes Danakerta Bersama Bunda Milenial dan BNN Purbalingga Gelar Sosialisasi Kebaya Busana Adat Sekolah dan Bahaya Narkoba

  • Bagikan

Metronusa News, Banjarnegara Jawa Tengah | Pemerintah Desa Danakerta, Kecamatan Punggelan, Kabupaten Banjarnegara, melaksanakan kegiatan sosialisasi kebaya sebagai seragam adat sekolah yang dirangkai dengan sosialisasi bahaya narkoba. Kegiatan ini di laksanakan di SDN 1 Danakerta SDN2 Danakerta dan Mi Ma’arif Danakerta. Pada jumaat 6/2/2026.kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Pemdes Danakerta, Bunda Milenial, dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Purbalingga.

Sosialisasi kebaya adat sekolah disampaikan oleh Bunda Milenial sebagai upaya menanamkan nilai-nilai budaya lokal serta meningkatkan rasa cinta generasi muda terhadap warisan budaya bangsa. Melalui penggunaan kebaya sebagai seragam adat sekolah, diharapkan para pelajar dapat lebih mengenal identitas budaya dan menjunjung nilai kesopanan serta kebanggaan terhadap budaya Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, BNN Purbalingga memberikan sosialisasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba kepada para siswa. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan jenis-jenis narkoba, dampak negatif bagi kesehatan dan masa depan, serta ancaman hukum bagi pengguna maupun pengedar narkotika. Rencananya agenda kegiatan berlangsung 3 hari jumat. Sabtu dan senin yang meliputi

1. jumat . 6/2/2026 yaitu SDN1 Danakerta. SDN 2 Danakerta. MI Ma’arif Danakerta dan

2. sabtu 7/2/2026, yaitu. SDN 4 , MIM 1 dan MIM 2 serta terakhir

3. Senin 9/2/2026 SMPN 3 Danakerta

Kepala Desa Danakerta. Yang di wakili oleh Kaur Perencanaan Imam Sidik menyampaikan kepada awak media “Kami mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada BNN, Bunda Milenial, Polsek Punggelan, seluruh pihak terkait, serta pihak sekolah di Desa Danakerta atas terlaksananya kegiatan sosialisasi dan edukasi pencegahan penyalahgunaan narkoba bagi anak-anak sekolah.”

“Kegiatan ini sangat penting sebagai upaya pencegahan sejak dini untuk mendidik dan melindungi anak-anak agar terhindar dari bahaya narkoba, sehingga generasi ke depan dapat tumbuh sehat, berkarakter, dan terhindar dari resiko atau dampak bahayanya penggunaaan obat terlarang dan narkoba”ujar imam

bahwa kegiatan ini bertujuan membentuk karakter pelajar yang berbudaya, berakhlak, dan memiliki kesadaran akan pentingnya hidup sehat tanpa narkoba. kolaborasi lintas sektor sangat diperlukan dalam membina generasi muda.

Para siswa dan pihak sekolah menyambut baik kegiatan tersebut karena dinilai memberikan edukasi yang seimbang antara pelestarian budaya dan pencegahan perilaku menyimpang. Diharapkan, kegiatan ini mampu menjadi langkah nyata dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang berkarakter, berbudaya, dan bebas dari narkoba.

Sementara itu Kartiah Kepala SDN 2 Danakerta usai acara saat di temui wartawan menjelaskan ” dengan adanya kegiatan sosialisasi tentang budaya dan bahaya narkotika yang dikerjakan oleh Bunda Milenial dan BNN apresiasi Kami mengucapkan terima kasih yang telah memberikan sosialisasi kepada anak-anak kami di sini sehingga anak-anak kami di sini memiliki pengetahuan tentang Bunda milenial yang terutama tadi sudah disampaikan dalam berbusana kebaya yang memang pada saat ini untuk kebaya sudah bisa dikatakan jarang dan banyak anak-anak kami yang memang kurang mengenal Apa itu pakaian kebaya jadi setidaknya dengan adanya sosialisasi dari Bunda milenial anak-anak Kami punya pengetahuan tentang budaya Indonesia yang memang sudah agak berkurang di lingkungan masyarakat kita” kemudian terkait BNN itu kami sangat mengapresiasi sekali karena memang pada saat ini lingkungan kami juga sudah ada kasus yang berkaitan dengan narkoba jadi dengan adanya edukasi minimal anak-anak kami mengetahui apa itu narkoba. sehingga tidak ada kekhawatiran.

Harapan saya ke depannya berkaitan dengan bunda milenial kami tidak menghilangkan pakaian tradisional terutama pakaian kebaya. Kemudian untuk harapan kami dengan sosialisasi sosialisasi BNN harapannya pastinya jangan sampai anak-anak kami masuk ke dalam jurang narkoba karena itu sangat berbahaya” pungkasnya.

(Ratih)

Editor: JM
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *