
Metronusa News | Internasional — Kapal induk milik Amerika Serikat kembali menjadi sorotan dunia seiring meningkatnya dinamika geopolitik di berbagai kawasan strategis. Sebagai armada laut terkuat di dunia, kapal induk Amerika berperan penting dalam menjaga dominasi militer dan pengaruh global Negeri Paman Sam.
Amerika Serikat saat ini mengoperasikan 11 kapal induk aktif yang berada di bawah komando United States Navy (US Navy). Armada tersebut menjadikan AS sebagai satu-satunya negara yang memiliki jumlah kapal induk nuklir terbanyak di dunia.
Kapal induk AS berfungsi sebagai pangkalan udara terapung yang mampu membawa puluhan pesawat tempur, helikopter, hingga sistem peringatan dini. Dari geladak kapal inilah operasi militer, patroli udara, hingga misi kemanusiaan dapat diluncurkan ke berbagai wilayah konflik.
Dua Kelas Utama
Kapal induk Amerika terbagi dalam dua kelas utama, yakni kelas Nimitz dan kelas Gerald R. Ford. Kelas Nimitz telah beroperasi sejak era Perang Dingin dan masih menjadi tulang punggung armada laut AS. Sementara itu, kelas Gerald R. Ford merupakan generasi terbaru dengan teknologi mutakhir, termasuk sistem peluncur pesawat elektromagnetik atau EMALS yang menggantikan sistem ketapel uap konvensional.
Dari sisi ukuran, kapal induk Amerika memiliki panjang lebih dari 330 meter dengan bobot mencapai 100.000 ton. Kapal ini ditenagai reaktor nuklir ganda, memungkinkan beroperasi selama puluhan tahun tanpa pengisian bahan bakar.
Kekuatan Udara dan Pertahanan
Setiap kapal induk mampu mengangkut 60 hingga 70 pesawat, termasuk jet tempur F/A-18 Super Hornet dan jet siluman F-35C Lightning II. Selain itu, kapal induk dilengkapi sistem pertahanan berlapis dan selalu beroperasi bersama armada pengawal yang terdiri dari kapal perusak, kapal penjelajah, serta kapal selam.
Keberadaan kapal induk AS kerap dikerahkan ke kawasan Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Eropa sebagai bentuk deterrence atau penangkal terhadap potensi ancaman keamanan.
Simbol Proyeksi Kekuatan
Pengamat militer menilai kapal induk bukan sekadar alat tempur, melainkan simbol proyeksi kekuatan Amerika Serikat di tingkat global. Kehadirannya di suatu wilayah sering kali menjadi sinyal politik dan militer yang kuat bagi negara lain.
Dengan teknologi canggih dan daya jelajah tinggi, kapal induk Amerika Serikat tetap menjadi elemen kunci dalam strategi pertahanan dan kebijakan luar negeri Washington di tengah peta keamanan dunia yang terus berubah.

