
Metronusa News, Jakarta | Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan bahwa proses pemulihan pascabencana di Provinsi Aceh menunjukkan perkembangan positif. Dari total 18 kabupaten/kota yang terdampak bencana di wilayah Sumatera, sebanyak 11 daerah di Aceh telah dinyatakan kembali dalam kondisi normal.
Hal tersebut disampaikan Tito saat memberikan keterangan terkait penanganan bencana dan koordinasi pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Ia menjelaskan, normalisasi mencakup kembalinya layanan pemerintahan, aktivitas sosial ekonomi masyarakat, serta berfungsinya infrastruktur dasar seperti jalan, listrik, dan fasilitas umum.
“Pemerintah pusat terus memantau dan memastikan pelayanan publik di daerah terdampak dapat berjalan kembali dengan baik. Alhamdulillah, sebagian besar wilayah di Aceh sudah kembali normal,” ujar Tito.
Meski demikian, Mendagri menegaskan bahwa pemerintah tidak mengendurkan perhatian terhadap tujuh kabupaten/kota lainnya yang masih berada dalam tahap pemulihan. Proses rehabilitasi dan rekonstruksi terus dipercepat melalui sinergi lintas kementerian dan lembaga, termasuk dukungan anggaran serta pendampingan teknis kepada pemerintah daerah.
Tito juga mengapresiasi peran pemerintah daerah, TNI-Polri, relawan, dan masyarakat yang dinilai sigap dalam penanganan bencana sejak fase tanggap darurat. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi kunci dalam mempercepat pemulihan di wilayah terdampak.
Selain itu, Mendagri mengingatkan pentingnya peningkatan kesiapsiagaan daerah, mengingat Aceh dan sejumlah wilayah di Sumatera merupakan kawasan rawan bencana. Ia menekankan agar pemerintah daerah memperkuat sistem mitigasi dan penanggulangan bencana guna meminimalisir dampak di masa mendatang.
Pemerintah pusat, kata Tito, berkomitmen memastikan pemulihan pascabencana tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga berkelanjutan demi menjaga stabilitas pelayanan publik dan keselamatan masyarakat.
